Mixue adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Republik Indonesia, tetapi memiliki operasi internasional yang luas. Sejak didirikan pada tahun 2015, Mixue telah berkembang pesat dan menjadi salah satu pemimpin dalam sektor konsumen global. Perusahaan ini terkenal dengan berbagai produk dan layanan seperti telepon seluler, internet, dan layanan digital lainnya.

Dalam laporan keuangan terbarunya, perusahaan Mixue menyatakan bahwa jumlah gerai internasional mereka di Indonesia dan Vietnam menurun sebanyak 428 unit selama periode 2025. Penurunan ini disebabkan oleh berbagai faktor yang mengalihkan bisnis dari pasar tersebut.

Salah satu alasan utama adalah dampak imbas global, di mana pasar ekonomi banyak negara mengalami pergeseran yang mempengaruhi keputusan pengelola bisnis internasional. Mixue, seperti banyak perusahaan lainnya, merespons dengan menyesuaikan strateginya untuk tetap kompetitif.

Kebijakan pemerintah juga berperan penting dalam mengubah iklim investasi. Perubahan hukum dan regulasi yang mendalam di Indonesia dan Vietnam dapat mempengaruhi penurunan gerai Mixue tersebut.

Konsep bisnis Mixue berfokus pada pengembangan gerai internasional, namun kebijakan ekonomi di beberapa negara telah mempengaruhi jalannya perusahaan. Dalam laporan keuangan terbarunya, Mixue mengumumkan penurunan jumlah gerai luarnegeri sebanyak 428 unit selama periode 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh dampak negatif dari peraturan ekonomi yang lebih ketat di Indonesia dan Vietnam.

Mixue, perusahaan internasional berbasis Indonesia yang telah berkembang pesat di pasar global, mengalami penurunan signifikan jumlah gerai luar negerinya sepanjang tahun ini. Sebagai langkah dalam upaya meningkatkan efisiensi dan memaksimalkan sumber daya, perusahaan ini menutup 428 unit gerai luarnegeri di Republik Indonesia (RI) dan Vietnam.

Mixue, sebuah perusahaan yang berfokus pada retail, mengalami penurunan signifikan dalam jumlah gerai internasionalnya. Menurut laporan keuangan terbarunya, perusahaan ini harus menutup sebanyak 428 unit gerai di negara-negara ekspor seperti Republik Indonesia (RI) dan Vietnam.