Kloter 16 jemaah haji Embarkasi Surabaya diberangkatkan ke Madinah dari Bandara Kualanamu Medan, setelah sebelumnya tertunda akibat kerusakan pesawat. Kerusakan tersebut terjadi saat pesawat Haji bergerak menuju Bandara Kualanamu Medan, menyebabkan jemaah harus menunggu hingga pesawat tersebut diperbaiki dan diambil kembali oleh petugas transportasi.

Kerusakan pesawat yang menjerit akibat kecelakaan udara menyebabkan keterjebakannya. Pesawat tersebut, yang berangkat dari Surabaya ke Madinah, mengalami masalah teknis serius di udara. Sementara itu, 380 jemaah haji di bandar Surabaya sedang menunggu perjalanan mereka berlanjut setelah mendengar kabar kenderaan yang tak terduga ini.

Penyambutan di Madinah

Begitu tiba di Madinah, jemaah haji Surabaya langsung merasakan suasana yang berbeda. Setelah berbaring di hotel tempat mereka terlibat sejak pagi hari yang panjang, mereka mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti acara-acara keagamaan yang telah disusun.

Pada sorenya, jemaah berkumpul di Masjid Nabi Muhammad (SAW) untuk beribadah. Pengalaman ini dianggap sebagai salah satu momen paling spesial dalam perjalanan haji mereka. Setelah ibadah, mereka dipersiapkan oleh penasihat keagamaan untuk mengikuti ritual membelahi kotoran.

Sesi membelahi biasanya dimulai dengan rakaat doa dan pengucapan ucapan. Jemaah berbaring di tanah, menyiratkan kesabaran mereka dalam menghadapi proses ritel yang panjang. Setelah membelahi, mereka diberi amplop pembelian kotoran untuk membawa pulang.

Seiring hari-hari berikutnya, jemaah juga ikut serta dalam acara-acara keagamaan lainnya seperti pembuangan batuk dan hawat. Setiap ritual memiliki makna yang mendalam, dan jemaah berusaha mempelajari sebanyak mungkin untuk meningkatkan kesyukuran mereka di Madinah.

Di samping itu, jemaah juga menikmati keindahan alam dan budaya Madinah. Mereka mengunjungi Masjid Nabawi, Al-Aqsa Mosque, dan tempat-tempat sejarah lainnya yang penting bagi agama Islam. Setiap pengalaman ini menjadi bagian dari perjalanan haji mereka, membantu meningkatkan kesyukuran dan kepercayaan dalam Islam.

Dengan berbagai acara keagamaan yang telah dilalui, jemaah Surabaya merasa sudah siap mengakhiri perjalanan hajinya. Setelah lebih dari satu minggu di Madinah, mereka akhirnya kembali menuju Surabaya dengan hati penuh rasa syukur dan kepuasan atas pengalaman yang indah tersebut.